Gayo Apple Cider, Kopi beraroma apel hijau
Pada cover kemasannya sudah tertera
gambar tumpukan apel hijau dengan desain grafis yang menarik. Kopi ini bisa ditebus di lapak tokped Space Company maupun di website spaceroastery.com seharga 140rb per 200gr.
Kenapa saya sangat tertarik pada biji kopi yang satu ini?
Salah satu alasannya
karena Profil paska panen biji kopi ini termasuk baru saya dengar. Yaitu
proses carbonic maseration. Setelah sedikit ngulik dari youtube dan google, intinya ada
pada fermentasi pada biji kopinya.
Lalu apa itu proses carbonic maseration. Proses paska panen ini dipopulerkan oleh juara dunia barista tahun 2015 asal Australia Sasa Sestic. Proses ini merupakan penerapan cara fermentasi Wine yang ditemukan oleh Jules Chauvet.
Carbonic Maceration adalah melunakan daging buah kopi (cherry coffee) dengan injeksi carbon dioksida ke dalam wadah khusus hingga mendorong semua O2 (oksigen) keluar.
Pada saat inilah proses fermentasi tanpa oksigen dimulai. Hal ini akan mengundang bakteri Anaerobic (bakteri yang hidup jikalau tidak ada oksigen) untuk membantu proses fermentasi pada kopi.
Hasil seduh
Percobaan sama sama
menggunakan rasio 1:15. Pertama saya coba seduh pakai flat bottom, hasil
seduhnya keluar aroma apel hijau sangat kental. Rasanya seperti gayo wine namun
lebih light. Asamnya termasuk nyaman dan menurut saya sangat pas dilidah saya.
Saat pakai aeropres,
aroma apel malah tidak terasa. Rasa pahit dan asam seimbang. Namun menurut saya
tidak rekomen seduh kopi ini pakai alat aeropress.
Overall, biji kopi ini termasuk salah satu yang terbaik dari semua yang pernah saya coba. Dengan harga yang cukup mahal
jika dibandingkan dengan roaster lain, namun cukup worth to buy. Biji kopi premium
memang layak dihargai premium.
Salam ngopi,
Komentar
Posting Komentar